Review Komik Wotakoi Love Is Hard for Otaku. Wotakoi mengikuti Narumi Momose, gadis pekerja kantoran yang menyembunyikan hobi otaku-nya, dan Hirotaka Nifuji, rekan kerjanya yang cool tapi juga gamer hardcore. Saat Narumi putus dengan pacar non-otaku dan kebetulan bertemu Hirotaka di event doujinshi, keduanya memutuskan pacaran dengan satu syarat: tetap jujur soal hobi masing-masing. Komik ini mengusung tema romance dewasa di dunia kerja dengan sentuhan komedi otaku yang cerdas—dari maraton game hingga debat sengit soal waifu. Tamat sejak 2021 dengan 11 volume, Wotakoi masih terasa modern karena tidak mengandalkan trope remaja SMA; fokusnya pada hubungan orang dewasa yang punya pekerjaan, tagihan, dan hobi mahal. Banyak pembaca menganggapnya sebagai “adult shojo” yang jujur, lucu, dan hangat. BERITA BASKET
Karakter yang Relatable dan Penuh Chemistry: Review Komik Wotakoi Love Is Hard for Otaku
Narumi adalah cewek otaku tipikal yang panik kalau hobi-nya ketahuan, tapi juga mandiri dan pekerja keras—ia sering overthinking tapi punya hati besar. Hirotaka, si gamer dingin yang jarang ekspresif, sebenarnya perhatian dan sabar, meski kadang cuek soal hal-hal non-game. Chemistry mereka terasa nyata: dari debat sengit soal ending anime hingga momen manis saat saling memahami kelelahan kerja. Karakter pendukung seperti Hanako Koyanagi (senpai sadis yang suka BL) dan Tarou Kabakura (tsundere yang selalu ribut dengan Hanako) menambah warna dengan dinamika couple kedua yang sama lucunya. Fujita pandai menggambarkan sisi otaku dewasa: beli figure mahal meski gaji pas-pasan, begadang main game sambil kerja lembur, atau malu kalau ketahuan nonton anime di kantor. Interaksi mereka penuh humor tajam tapi tetap hangat, membuat pembaca ikut tertawa dan merasa “ini gue banget”.
Alur Cerita yang Ringan tapi Penuh Momen Manis: Review Komik Wotakoi Love Is Hard for Otaku
Alur Wotakoi bergerak santai dengan format episodic yang fokus pada kehidupan sehari-hari pasangan otaku dewasa. Setiap chapter seperti potongan diary: kencan di event Comiket, debat soal waifu favorit, atau ribut kecil karena salah satu begadang main game. Tidak ada cinta segitiga beracun atau konflik besar; drama paling berat hanyalah kesalahpahaman kecil atau kelelahan kerja yang membuat mereka jarang bertemu. Fujita pintar menyisipkan momen romantis di tengah komedi—seperti Hirotaka diam-diam beli figure langka untuk Narumi, atau Narumi belajar main game demi bisa ngobrol lebih lama dengan pacar. Arc-arc seperti pernikahan teman atau libur bersama keluarga menambah kedalaman tanpa kehilangan nada ringan. Pendekatan slice-of-life ini membuat pembaca merasa seperti ikut menjalani hari-hari biasa bersama Narumi dan Hirotaka, penuh tawa dan kehangatan yang menenangkan.
Pesan Positif tentang Cinta Dewasa dan Hobi Otaku
Wotakoi menonjol karena pesan utamanya: cinta dewasa tidak harus sempurna atau bebas konflik, tapi bisa tumbuh dari saling mengerti hobi dan kelemahan satu sama lain. Narumi dan Hirotaka belajar bahwa menyembunyikan diri justru membuat hubungan rapuh, sementara kejujuran soal otaku malah memperkuat ikatan mereka. Komik ini merayakan hobi otaku tanpa malu-malu—dari maraton anime hingga koleksi figure—dan menunjukkan bahwa orang dewasa juga berhak punya kegembiraan kecil meski punya pekerjaan dan tanggung jawab. Persahabatan di antara karakter juga digambarkan dengan lucu dan tulus, tanpa drama iri hati berlebihan. Visual Fujita yang ekspresif dengan gaya chibi untuk momen komedi dan detail halus untuk adegan romantis memperkuat emosi, membuat pembaca ikut tersenyum saat Narumi panik atau Hirotaka tersipu malu. Pesan optimisnya tetap kuat: cinta sejati adalah saat dua orang bisa jadi diri sendiri sepenuhnya tanpa takut dihakimi.
Kesimpulan
Wotakoi: Love Is Hard for Otaku adalah shojo dewasa yang berhasil menggabungkan komedi otaku, romance ringan, dan pesan hangat tentang penerimaan diri tanpa jatuh ke trope klise. Karakter relatable, alur santai tapi penuh makna, serta humor tajam membuatnya tetap menjadi bacaan favorit bagi banyak orang. Di tengah shojo yang sering penuh drama berat, Wotakoi menawarkan ketenangan dan tawa yang menyegarkan. Bagi yang belum membaca, ini adalah komik yang pantas diberi kesempatan—ceritanya lucu, manis, dan sangat dekat dengan kehidupan dewasa yang punya hobi. Wotakoi mengingatkan bahwa cinta terbaik adalah yang memungkinkan kita tetap jadi otaku, gamer, atau fangirl tanpa harus berubah jadi orang lain. Jika mencari shojo yang terasa seperti ngobrol sama temen sambil ketawa bareng, Wotakoi adalah pilihan tepat yang tidak akan mengecewakan.