review-komik-cooking-papa

Review Komik Cooking Papa. Komik Cooking Papa tetap menjadi salah satu karya slice-of-life paling ikonik dan abadi dalam genre kuliner sepanjang masa. Ditulis dan diilustrasikan oleh Tochi Ueyama sejak 1985, serial ini mengikuti kehidupan sehari-hari Aragami Kazumi—seorang karyawan kantor biasa yang sangat jago memasak—bersama istri dan anak-anaknya. Dengan lebih dari 170 volume yang masih berlanjut hingga sekarang, komik ini bukan sekadar cerita tentang masakan, melainkan potret hangat keluarga Jepang kelas menengah melalui hidangan rumahan yang sederhana tapi penuh cinta. Meski sudah berjalan hampir empat dekade, Cooking Papa masih sering disebut sebagai “komik masak paling nyaman” karena kemampuannya membuat pembaca merasa seperti duduk di meja makan keluarga yang ramah. BERITA BOLA

Latar Belakang dan Konsep Cerita: Review Komik Cooking Papa

Cooking Papa berfokus pada rutinitas harian keluarga Aragami di kota Fukuoka. Kazumi, sang ayah, bekerja sebagai pegawai kantor biasa tapi punya bakat luar biasa memasak. Setiap chapter biasanya dimulai dengan masalah kecil sehari-hari—anak sakit, istri capek, atau acara keluarga—yang kemudian diselesaikan melalui masakan buatan Kazumi. Tidak ada kompetisi besar atau taruhan tinggi; hanya kehidupan nyata yang diwarnai resep-resep rumahan seperti tonkatsu, curry, sup miso, atau hidangan musiman. Komik ini sering menyisipkan fakta sederhana tentang bahan makanan, teknik memasak tradisional, dan nilai gizi, membuatnya terasa seperti buku resep berjalan yang dikemas dalam cerita hangat. Pendekatan ini membuat setiap bab terasa seperti kunjungan ke rumah teman—tenang, menyenangkan, dan selalu meninggalkan rasa kenyang di hati.

Karakter dan Kehangatan Keluarga: Review Komik Cooking Papa

Kazumi Aragami adalah protagonis yang sangat relatable—pria pekerja biasa yang tidak pernah mengeluh, selalu pulang tepat waktu, dan memasak dengan penuh perhatian. Ia tidak punya ambisi besar; kebahagiaannya datang dari melihat keluarga makan dengan lahap. Istri Kazumi, Haruna, adalah ibu rumah tangga yang hangat dan suportif, sering memberikan pujian sederhana yang membuat Kazumi tersenyum. Anak sulung, Youhei, adalah remaja tipikal yang kadang malu dengan ayahnya yang terlalu jago masak, sementara anak bungsu, Kouta, membawa kepolosan dan antusiasme anak kecil terhadap makanan. Setiap anggota keluarga punya kepribadian yang jelas tapi tidak berlebihan—mereka seperti keluarga biasa yang saling menyayangi tanpa drama besar. Karakter pendukung seperti rekan kantor Kazumi atau tetangga menambah variasi tanpa mengganggu fokus utama. Perkembangan karakter terasa lambat dan realistis: tidak ada perubahan dramatis, hanya pertumbuhan kecil melalui momen sehari-hari yang penuh kelembutan.

Gaya Seni dan Penyajian Makanan yang Menggugah Selera

Ilustrasi Tochi Ueyama menjadi salah satu daya tarik utama komik ini. Setiap hidangan digambar dengan detail yang luar biasa—tekstur nasi hangat, kilau kuah sup, warna sayur yang segar, hingga uap panas yang mengepul—membuat pembaca langsung merasa lapar. Berbeda dengan komik kuliner lain yang sering menggunakan efek dramatis, Cooking Papa menjaga penyajian tetap sederhana dan realistis—fokus pada masakan rumahan yang mudah dibuat di rumah. Reaksi keluarga saat makan cukup dengan senyum lebar, mata berbinar, atau komentar sederhana seperti “enak sekali”—tanpa visual berlebihan. Panel-panel sehari-hari—Kazumi memotong bawang di dapur, anak-anak membantu, atau keluarga duduk bersama di meja makan—digambar dengan kelembutan yang membuat pembaca ikut merasakan kehangatan momen tersebut. Gaya seni yang bersih dan ekspresif memperkuat nuansa keluarga tanpa perlu dialog panjang.

Kesimpulan

Cooking Papa berhasil menjadi salah satu komik slice-of-life paling menenangkan dan menginspirasi karena kemampuannya mengubah rutinitas harian menjadi cerita yang penuh makna. Dengan konsep sederhana tentang ayah yang memasak untuk keluarga, karakter yang hangat serta relatable, dan seni masakan yang detail luar biasa, serial ini memberikan pengalaman membaca yang menenangkan sekaligus menggugah selera. Komik ini tidak membutuhkan konflik besar atau taruhan tinggi; cukup kebahagiaan kecil dari hidangan buatan rumah sudah cukup membuat pembaca tersenyum. Meski sudah berjalan sangat lama, Cooking Papa masih terasa segar karena relevansinya dengan kehidupan nyata—mengingatkan bahwa masakan rumahan bisa menjadi bentuk kasih sayang terindah. Bagi penggemar cerita keluarga, kuliner sederhana, atau siapa saja yang ingin komik yang membuat hati hangat, Cooking Papa tetap salah satu yang paling berharga—sebuah karya yang membuktikan bahwa kebahagiaan sejati sering kali ada di meja makan bersama orang-orang tersayang. Komik ini adalah pengingat bahwa memasak bukan hanya soal rasa, melainkan soal cinta dan kebersamaan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *